Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Pemerintah Provinsi Bali terus melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki serta mengembangkan pariwisata di Bali guna mendukung target 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada 2019.Dalam mewujudkan hal tersebut, berbagai upaya telah dilakukan, di antaranya mempersiapkan beberapa program untuk meningkatkan sebaran wisatawan baik domestik maupun mancanegara di semua kabupaten/kota, termasuk juga investasi sehingga ada pemerataan kesejahteraan. Namun usaha untuk mengembangkan pariwisata pada era global saat ini di Bali agar terus menjadi lebih baik tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan dibutuhkan peran masyarakat dan para pelaku pariwisata.

Saya menginginkan agar sektor pariwisata Bali tetap eksis pada era global saat ini
dan secara ekonomis mampu memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat .
Perlu ide -ide yang brilian oleh pengusaha dan pemerintah dalam mengembangkan pariwisata Bali, baik dari segi infrastruktur maupun penambahan destinasi baru sehingga tidak ada kesan menoton dalam perkembangan pariwisata Bali.

Suatu pembaruan juga dapat memberikan daya tarik yang baru bagi wisatawan agar mereka tidak cepat berpaling ke daerah lain.
Untuk bisa mencapai target itu, perlu ada kerjasama yang bagus antara sesama pemangku kebijakan dan semua stagholder pariwisata dalam mengembangkan pariwisatanya. Pemerintah perlu menekankan agar pelaku pariwisata lebih mengantisipasi perubahan situasi sehingga dapat mengambil langkah-langkah untuk menghadapi makin ketatnya persaingan si era global saat ini.

Memang pada era milineal saat ini, pariwisata di bali tidak bisa lagi bergerak lambat namun harus cepat. Jika tidak pariwisata di bali akan mengalami penurunan. Bali mau tak mau harus meregulasi lagi kebijakan pemasaran pariwisatanya bila tak ingin ditinggalkan wisatawan. Era globalisasi dapat diakui juga membuat persaingan merebut hati wisatawan datang ke bali makin ketat. Bila pemerintah bali tak mau berbenah dengan menderegulasi kebijakan pemasaran sektor pariwisatanya, bali diyakini tidak akan mampu mencapai target seperti yang dicanangkan pemerintah. Untuk bisa mencapai target itu, perlu ada kerjasama yang bagus antara sesama pemangku kebijakan dan semua stagholder pariwisata dalam mengembangkan pariwisatanya.

Jika saya berkesempatan membuka sebuah bisnis di bidang pariwisata saya ingin membangun bisnis travel agent yang berbasis digital yang dapat diakses dari berbagai platform. Agen perjalanan (travel agen) atau biasa juga disebut dengan agen tour adalah seseorang atau sekelompok orang yang memiliki peran dalam mengatur atau merencanakan perjalanan /liburan. Sehingga peran agen perjalanan adalah untuk membantu perencanaan, memilih dan mengatur liburan yang memerlukan atau membutuhkan jasa tersebut.

Agen perjalanan ini biasanya akan bekerja untuk menganggarkan, menetapkan, menjadwalkan dan mengatur orang yang berencana melakukan perjalanan atau liburan. Mereka juga akan menawarkan saran tentang ke mana harus pergi, tempat tujuan wisata, acara dan kebutuhan suatu perjalanan.Alasan saya ingin membuka bisnis digital travel agent karena saya melihat perkembangan perusahaan digital travel agent di dunia perkembangannya sangat cepat, karena pada zaman yang serba digital saat ini para wisatawan yang ingin berlibur ke luar negeri dapat menggunakan fasilitas yang diberikan perusahaan digital travel agent untuk melakukan perjalanan ke berbagai negara dengan menggunakan smartphone mereka.Memasuki era digital, tren traveling atau liburan juga sedikit demi sedikit ikut bergeser. Para wisatawan yang sebelumnya memesan tiket, hotel atau paket perjalanan melalui agen perjalanan wisata, mulai berganti ke agen perjalanan online yang lebih mudah dan praktis. Lewat OTA, para turis tak perlu lagi antri lama, membelah kemacetan dengan penuh logik, menerjang hujan atau bergelut dengan panas matahari. OTA membuat wisatawan mendapatkan semua kesenangan hanya dalam satu genggaman. Lewat perangkat hp canggih, seseorang yang ingin berlibur ke destinasi bisa memesan hotel sendiri, tiket pesawat bahkan tiket promo. Bayar pun hanya dengan transfer yang juga bisa dilakukan melalui perangkat hp.

Saya ingin mencoba membangun konsep bisnis digital travel agency yang berbeda dari perusahaan-perusahaan digital travel agent yang telah ada sebelumnya.Dengan konsep bisnis yang berbeda saya berharap nantinya bisnis yang ingin saya bangun dapat berkembang dengan cepat.Saya ingin memulai bisnis bersama orang” yang tentunya cekatan dalam bidang pariwisata sehingga bisnis yang saya bangun dengan orang” tersebut bisa memiliki dasar dan arah tujuan yang jelas.

Dengan banyak nya perusahaan digital travel agency yang ada khususnya di indonesia perlu adanya persaingan yang sehat diantara perusahaan-perusahaan digital travel agency tersebut.Seorang wirausaha tentunya harus memiliki planning berbisnis yang jitu agar bisnisnya dapat bersaing dengan perusahaan lainnya.Dalam era digital saat ini perlu bagi pelaku bisnis untuk menggunakan segala platform online untuk mempromosikan usahanya.


Dalam berbisnis perlu bagi pelaku bisnis memiliki mental baja yang mampu menerima preassure dari dunia luar, Karena tuntutan dari customer dan lain-lain.

Pada intinya saya ingin membangun bisnis digital travel agency dengan dasar dan struktur yang kuat agar nantinya bisnis yang saya bangun bisa berkembang dengan cepat.
Go-Digital menjadi salah satu program strategis Kementerian Pariwisata dalam upaya memenangkan pasar di era industri 4.0 demi mencapai target 20 juta wisatawan mancanegara di tahun 2019. Tourism 4.0 akan menyasar target generasi milenial yang saat ini mencapai 50 persen dari keseluruhan wisatawan inbound ke Indonesia. Pariwisata merupakan industri yang menjajikan untuk Indonesia sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata internasional. Indonesia diwakili oleh Bali masuk ke dalam sepuluh besar destinasi wisata terbaik dunia menurut TripAdvisor. Untuk terus mendukung keunggulan pariwisata nasional, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengajak milenial terlibat dalam Tourism 4.0. Menurut Arief, Pariwisata Indonesia telah memasuki era revolusi industri 4.0. Hal ini ditandai dengan berubahnya perilaku wisatawan yang sangat digital dan semakin dominannya wisatawan milenial. Sekitar 70% wisatawan melakukan search and share melalui platform digital dan lebih dari 50% inbound travellers kita adalah kaum milenial. Untuk itu, milenial harus memanfaatkan tourism 4.0 sebagai sumber keunggulan kompetitif baru dalam memenangkan pariwisata di pasar global.
Pada era industri 4.0 akan mengubah serta mendisrupsi industri pariwisata secara mendasar. Hal ini didorong dengan terwujudnya ”cost value” atau dikenal dengan “more orless, experience value (personalized) dan plarform value (resource sharing) yang dapat dinikmati para wisatawan. Terwujudnya seamless dan personalized experience didorong dengan adanya peran teknologi 4.0. Teknologi ini diantaranya big data analytics, artificial intelligence, internet of things, robotics, augmented reality, cloud computing, dan blockchain. Contoh paling konkret adalah robotic airport guide/helper yang membantu wisatawan mempercepat proses check-in dan boarding di bandara. Tidak hanya itu, Menpar juga memanfaatkan teknologi augmented reality (AR). Teknologi ini memungkinkan munculnya pelayanan e-concierge, mobile payment, atau asisten pribadi. Sementara itu, teknologi virtual reality memungkinkan penyedia jasa pariwisata mengurangi jumlah brosur. Cepat atau lambat kemajuan ini akan terjadi di seluruh sektor. Sebagai persiapan menyambut era industri 4.0 Kemenpar kini sedang menyiapkan platform digital dengan nama New ITX atau Indonesia Tourism Exchange. Platfom ini menjadi etalase produk pariwisata berwujud digital untuk mengakomodasi penggiat UMKM kecil, mikro, dan menengah.
Contoh gambar yang berkaitan dengan dampak revolusi industry 4.0 industri pariwisata.





This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.